Tegukan Pertama

Sebagaimana kebanyakan makhluk ciptaan Tuhan, perasaaan saat pertama kali ketika lidah mengecap rasa espresso adalah umpatan yang tertahan. Demi Gianluigi Buffon dan Gennaro Gattuso! Untuk apa orang Italia sana mengolah kopi hingga sepahit dan segetir ini.

Dengan lidah Sumatra yang penuh minyak dan kolesterol, kopi sebenarnya bukanlah minuman yang asing. Setiap wajah-wajah melayu sudah biasa menghabiskan waktu untuk sekedar duduk, ngobrol dan ngopi. Tapi tidak dengan rasa seperti ini. Tidak pula bertakar 30 ml juga.

Foto Oleh Novendra

Maka sebaik-baik jalan saat itu adalah menumpahkan glukosa ke dalam gelas kecil espresso tersebut. Tegukan pertama itu masih terbayang-bayang. Masih terlayang-layang di bagian langit-langit. Hingga kini setelah 5 tahun lebih kenangan itu memang mulai memudar. Ia kini berganti dengan berbagai kekayaan rasa yang bisa muncul dari biji kopi.

Lidah perlahan ikut memainkan nalar, saat satu sesap espresso menjalar, menyusuri dengan getar, dan berharap jantung tak ikut berdebar-debar.

Comments